Minggu, 19 Januari 2014

Islam dan Ekonomi



ISLAM DAN EKONOMI
                Islam muncul sebagai sumber kekuatan baru pada Abad ke 7 Masehi, menyusul runtuhnya kekaisaran romawi, kemunculan itu ditandai dengan berkembangnya peradapan beeru yang sangat mengagumkan. Kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta kehidupan social lainnya termasuk ekonomi berkembang secara menakjubkan.
                Fakta sejarah itu menunjukkan bahwa islam merupakan system kehidupan yang bersifat komprehensif, yang mengatur semua aspek,baik dalam social, ekonomi dan politik maupun kehidupan yang bersifat spiritual. Sebagaiman firman Allah : “…dan kami turunkan kepadamu Al-kitab (Al-qur’an) untuk menjelaskan sesuatu……” (QS:An-nahl:89)
                Allah juga berfirman dalam surat Al-maidah ayat 3 sebagai berikut :
اليوم اكملت لكم دينكم و اتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الاسلام دين                    
“pada hari ini telah kusempurnakan untukmmu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku dan telah kuridhoi islam itu sebagai agamamu”
                Firman Allah SWT, diatas jelas menyatakan bahwa islam adalah agama yang sempurna dan mempunyai system tersendiri dalam menghadapi permalahan kehidupan baik yang bersifat materil maupun non materil. Karena itu ekonomi sebagai suatu aspek kehidupan, tentu juga  sudah diatur oleh islam. Ini bisa dipahami, sebagai agama yang sempurna, mustahil islam tidak dilengkapi dengan system dan konsep ekonomi. Suatu  system yang dapat digunaan sebagai panduan manusia dalam menjalankan kegiatan ekonomi, suatu system yang garis besarnya sudah diatur dalam Al-qur’an dan Sunnah.
                Ekonomi islam sesungguhnya secara inheren merupakan konsekuensi logis dari kesempurnaan islam itu sendiri. Islam haruslah dipeluk secara kaffah dan konprehensif oleh ummatnya. Islam menuntut kepada ummatnya untuk mewujudkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupannya. Sangatlah tidak masuk akal seorang muslim yang menjalankan shalat 5 waktu, lalu dalam kesempatan lain ia juga melakukan transaksi keuangan yang menyimpsng dari ajaran islam
SITEM EKONOMI ISLAM
                System didefenisikan sebagai suatu organisasi berbagaia unsure yang saling berhubungan satu sama lain. Insur-unsur tersebut juga slaing memengaruhi an saling bekerjasama uantuk mencapai tujuan tertentu. Dengan pemahaman semacam itu. Maka kita bisa menyebutkan bahwa sidtem ekonomi merupakan oerganisasi dari bagian-bagian yang saliang bekerjasama unatuk mencapa tujuaan ekonomi.
                Lalu apa yang disebut dengan system ekonomi islam? Secara sederrhana kita bisa mengatakan, system ekonomi islam adalah suatu system ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai islam. Sumber dari keseluruhan nilai tersebut sudah tentu Al-qur’am dan sunnah. Ijma’ dan qiyas. Nilai-nilai system ekonomi islam ini merupakan bagian integral dari keseluruhan ajaran islam yang komprehensif dan telah dinyatakan Allah SWT sebagai ajaran yanag sempurna (QS:Al-maidah:3)
                Karena diidasarkan pada nilai-nilai Illahiyahlah, system ekonomi Islaam tentu saja akan berbeda denngan system ekonomi kapitalis yang didasarkan pada ajaran kapitalisme. Dan juga berbada dengsn system ekonom sosialis yang didasarkan pada ajaran sosialisme. Memang dalam beberapa hal, system ekonomi islam merupakan kompromi antara kedua sisteem  tersebut, namun dalam banyak hal system ekonomi islam berbeda sama sekali dengan kedua system tersebut, system ekonomi islam memiliki sifat-sifst baik dari kapitalisme dan sosialisme namun terlepas dari sifat buruknya.
PENGERTIAN EKONOMI SLAM MENURUT PARA AHLI
1.Muhammad Abdul Manan
   Ekonomi islam adalah “ ilmu penetahuan social yang mempelajari masalah-masalah ekonomi          masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai islam”.
2.M. Umer Chapra
   Ekonomi islsm adalah “ sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada ajaran islam tanpa memberikaan kebebasan individu atau tanpa perilaku ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa tetidakseimbangan lingkungan.
3.Kursyid Ahmad
   Ekonomi islam adalah “sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah –masalah ekonomi dan tinkah laku manusia secara rasional dalam perspektif islam”
4.M. Akram Khan
   “ilmu ekonmi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja sama dan partisipasi”
5.Muhammad Nejatullah As-Siddiqy
   Ilmu ekonomi islam adalah “respon pemikir muslim terhadap tantanaan ekonomi dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah, akal (ijtihad) dan pengalaman.”
                Dari definisi-definisi diatas, kita dapat munculkan suatu pertanyaan apakah ilmu ekonomi islam bersifat positif ataua normative? Menurut Chapra, ekonomi islam jangan terjebak dikotomi pendekatan positif dan normative. Karena sesungguhnya pendekatan itu saling melengkapi dan bukan slaing menafikan. Sedangkanaa Manan mengatakan bahwa ilmu ekonomi islam adalah ilmu ekonomi positif dan normative, jika ada kecendrungan beberapa ekonom yang sangat mementingkan positivism dan sama sekali tidak mengajukan pendekatan normative atau sebaliknya, tentu sangat disayangkan.

Sumber: Modul Ekonomi Islam Kelas 11 Perguruan Islam Ar-Risalah oleh Widya Ningsih..

     

                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar